PNC MENANDATANGANI NASKAH KERJASAMA INKLUSI KESADARAN PAJAK PERGURUAN TINGGI DI WILAYAH KERJA KPP PRATAMA CILACAP DENGAN KANWIL DJP JAWATENGAH II

(Humas PNC) Senin, 16 Desember 2019 bertempat di Fave Hotel Cilacap, Politeknik Negeri Cilacap bersama-sama dengan 7 perguruan tinggi sekabupaten Cilacap, telah melakukan Penandatangan Naskah Kerjasama Inklusi Kesadaran Pajak Perguruan Tinggi di Wilayah Kerja KPP Pratama Cilacap dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II yang dihadiri oleh Pimpinan Kanwil DJP Jawatengah, Pimpinan KPP Pratama Cilacap, dan para Pimpinan Perguruan Tinggi, seperti Politeknik Negeri Cilacap (PNC), Unuga, AMN, Stikes Al Irsyad, STT Migas, Stikes Seruling Mas, Akbid Graha Mandiri, dan STIE Muhamammadiyah.

Foto bersama seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi dengan Pimpinan KPP Pratama Cilacap, dan Pimpinan Kanwil DJP Jawa Tengah II

Kepala KPP Pratama Cilacap РAtmo dalam sambutannya mengatakan bahwa “Tantangan penerimaan pajak yang komplek, serta tingkat rasio kesadaran dan kepatuhan pajak yang rendah, di mana wajib pajak terdaftar hanya sekitar 12 % dari jumlah penduduk, dan wajib pajak yang lapor SPT hanya 5% serta yang sudah melakukan pembayaran hanya 0,1%, menyebabkan target penerimaan pajak beberapa tahun terakhir tidak tercapai. Hal ini mengharuskan Direktorat Jenderal Pajak melakukan upaya kerasa dalam rangka membangun dan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, agar target penerimaan pajak di masa yang akan datang dapat direalisasikan dengan lebih mudah.

Program inklusi kesadaran pajak merupakan salah satu upaya Direktorat Jenderal Pajak untuk menambah dan meningkatkan kesadaran pajak kepada masyarakat, khususnya calon pembayar/wajib pajak, melalui penyisipan materi perpajakan di sekolah-sekolah mulai dari jenjang pendidikan paling rendah yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai tingkat Perguruan Tinggi. Agar program inklusi kesadaran pajak ini dapat mencapai tepat sasaran, maka program ini harus disusun secara sistematis, terukur dan masif.

Diperguruan tinggi, program inklusi kesadaran pajak ini akan dilakukan melalui penyisipan materi perpajakan di MKWU (Mata Kuliah Wajib Umum) atau yang sekarang lebih lazim dengan sebutan MKDU. Alasan kenapa di perguruan tinggi? karena Mahasiswa merupakan calon wajib pajak potensial, bahkan sudah cukup banyak mahasiswa yang sudah memenuhi syarat subyektif dan obyektif untuk menjadi wajib pajak. Inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang cinta tanah air dan mewujudkan bela negara dengan turut serta memenuhi kewajiban perpajakannya.

Leave a Reply