PEMANFAATAN RAWA PASANG SURUT UNTUK BUDIDAYA BANDENG DI DESA TRITIH LOR

Dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap (PNC) baru-baru ini melakukan program kemitraan masyarakat dengan Kelompok Pembudidayaan Ikan Kecil (Pokdakan) Rukun Mulya, berupa pemanfaatan rawa pasang surut di Desa Tritih Lor, Kabupaten Cilacap. Kerjasama tersebut merupakan kegiatan yang didanai DRPM Kemenristekdikti.

Rawa : Kolam Budidaya Ikan yang dibuat di Rawa Pasang Surut

Menurut Bayu Aji Girawan, selaku ketua pelaksana, kegiatan ini diilhami oleh kondisi geografis di Desa Tritih Lor yang dilewati oleh aliran pasang surut yang diakibatkan oleh pasang surutnya air laut. Melalui kegiatan tersebut para dosen PNC memanfaatkan daerah rawa pasang-surut yang merupakan lahan tidur untuk budidaya ikan bandeng melalui penerapan teknologi melalui penerapan IPTEK untuk peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Lebih jauh dikatakan oleh Khoeruddin Wittriansyah, sebagai salah satu anggota pelaksana kegiatan, bahwa daerah pasang surut mempunyai massa air yang merupakan campuran dari air laut dan air tawar. Pada umumnya komponen organisme meroplanktonik (plankton temporal) mendominasi perairan ini. Gerakan bolak-balik air pasang-surut berperan sebagai pembuangan limbah dari ekosistem di rawa dan mengangkut makanan serta nutrien ke lingkungan sekitar, sehingga daerah rawa pasang-surut sangat cocok dimanfaatkan untuk usaha perikanan khususnya ikan bandeng. Beberapa rekayasa dilakukan pada sistem pemasukan air ke dalam kolam, sehingga air pasang yang masuk ke dalam kolam dikondisikan sedemikian rupa, agar berfungsi juga sebagai pembilas untuk membuang kotoran ikan maupun pakan yang ada di dasar kolam. Dengan sistem ini maka tumpukan sampah berupa sisa makanan yang mengendap di dasar kolam yang dapat menyebabkan kematian akibat senyawa gas amoniak, methan dapat diminimalisir.

Sugeng Dwi Riyanto sebagai anggota tim yang membidangi elektikal, menambahkan penerapan teknologi juga dilakukan dengan melakukan penambahan airator untuk memperkaya kandungan oksigen terlarut dalam air. Untuk menekan biaya akibat penggunaan airator, maka dipasang pembangkit listrik tenaga surya sebagai penyuplai energi listrik untuk menghidupkan airator.

Leave a Reply