PELATIHAN PEMBUATAN JAM WAKTU SHOLAT KEPADA WARGA BINAAN LAPAS PERMISAN NUSAKAMBANGAN

Seperti diketahui Pulau Nusakambangan berada di kabupaten Cilacap identik dengan nama pulau penjara, dimana pada pulau tersebut terdapat 8 lokasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yaitu Lapas Batu, Lapas Karanganyar, Lapas Pasir Putih, Lapas Besi, Lapas Narkotika, Lapas Permisan, Lapas Kembang Kuning dan Lapas Terbuka. Sebagian besar orang menganggap Lapas adalah tempat yang menyeramkan dan identik dengan kekerasan. Berdasarkan undang-undang pemasyarakatan tujuan dibentuknya lembaga pemasyarakatan adalah membuat orang agar lebih baik dari sebelumnya. Oleh sebab itu, semua narapidana harus dilakukan pembinaan agar menjadi manusia yang lebih baik melalui kegiatan-kegiatan yang produktif.

Lapas Permisan merupakan Lapas kelas medium dimana setiap narapidana dapat diberikan berbagai pelatihan-pelatihan agar dapat berkarya setelah keluar dari Lapas. Berdasarkan informasi dari Kalapas Permisan salah satu permasalahan Lapas di Indonesia adalah over capacity. Hal ini berakibat banyaknya gesekan antar penghuni Lapas yang sering berakhir dengan keributan antar narapidana. Disamping itu, para penghuni Lapas (narapidana) kebanyakan adalah residivis. Pembinaan terhadap orang bekas narapidana saat ini dirasakan belum maksimal. Orang bekas narapidana sangat sulit mendapatkan pekerjaan akhirnya yang bersangkutan melakukan kejahatan lagi. Peran pembinaan narapidana Lapas tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pemasyarakatan saja, akan tetapi masyarakat umum dalam berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Politeknik Negeri Cilacap sebagai salah satu perguruan tinggi mempunyai tugas melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.  Melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) bekerjasama dengan Lapas Permisan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dengan memberikan Pelatihan Pembuatan Jam Waktu Sholat.

Sebagai Ketua Tim kegiatan Muhamad Yusuf  mengatakan bahwa saat ini masih banyak hasil karya figura dan kaligrafi yang belum maksimal penjualannya. Oleh sebab itu, pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini hasil karya figura tersebut akan ditingkatkan nilai ekonomisnya melalui penambahan papan informasi elektronik.  Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal ketrampilan kepada narapidana agar dapat berwira usaha setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan dan meningkatkan solidaritas antar penghuni Lapas.

Agar hasil karya Lapas permisan lebih banyak dikenal masyarakat luas pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga dibuatkan website system penjualan secara online yang dapat diakses melalui laman http://lapakpermisank.com. Walaupun berada dibalik jeruji besi para narapidana dapat berkarya dan mengasah kemampuan untuk bekal saat keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Tim Pengabdian Politeknik Negeri Cilacap:

  1. Muhammad Yusuf, S.ST.,M.T                – Ketua
  2. Sugeng Dwi Riyanto, ST.,M.T                – Anggota
  3. Vicky Prasetya, S.ST.,M.Eng                  – Anggota
  4. Supriyono, ST.,M.T                                 – Angota
  5. Artdhita Fajar Pratiwi, ST.,M.Eng       – Anggota
  6. Pujono, AT.,M.Eng                                   – Anggota
  7. Dadang Hermawan, SE.,M.Si               – Anggota
Suasana Pelatihan di Lapas Permisan

 

Leave a Reply