OPTIMALISASI MESIN CETAK PELLET DALAM PEMBUATAN MAKANAN RINGAN PILUS

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat yang terdiri dari beberapa dosen Politeknik Negeri Cilacap, telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan melakukan kegiatan Pelatihan melalui Program  Optimalisasi Mesin Cetak Pellet Dalam Pembuatan Makanan Ringan Pilus.  Dalam kegiatan pengabdian kali ini yang dikoordinir oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Cilacap menggandeng Mitra Usaha Kecil Menengah yaitu kelompok Karya Rasa Lestari dan Karya Mina Lestari yang berlokasi di Jalan Kakap, kecamatan Cilacap Selatan sebagai objek Pengabdian oleh Dosen Politeknik Negeri Cilacap.

Mohammad Nurhilal, S.T., M.T., M.Pd selaku Ketua Pelaksana Tim Pengabdian kepada Masyarakat mengatakan bahwa Pertimbangan penunjukan mitra tersebut oleh P3M PNC sangat tepat dengan berlandaskan visi Politeknik Negeri Cilacap yaitu “Menjadi perguruan tinggi vokasi yang unggul dan berkontribusi bagi masyarakat”  dan misi “Menyelenggarakan kegiatan pengabdian untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat”.

Dampak masuknya Covid 19 pada awal bulan Maret ke Indonesia berdampak secara langsung pada perekonomian masyarakat. Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mengandalkan adanya interaksi secara langsung juga mengalami penurunan permintaan. Kondisi ini juga tidak jauh berbeda pada sektor usaha mikro yang beregerak pada usaha makanan sangat merasakan akibat dari wabah covid 19 ini. Penurunan produksi merupakan akibat dari turunnya permintaan, dan ini merupakan kondisi yang harus diterima oleh pengusaha.

Kondisi yang sama juga dirasakan oleh kelompok usaha masyarakat Karya Rasa Lestari yang bergerak pada usaha produksi makanan olahan ikan lele mengalami penurunan produksi hampir 70 % selama adanya wabah covid 19. Kelompok ini berdiri tahun 2019 yang menempati wilayah Kabupaten Cilacap tepatnya di Jl. Kakap No. 38 Kecamatan Cilacap Selatan. Produk makanan olahan yang dihasilkan kelompok ini seperti nuget dan stick yang sudah dipasarkan ke masyarakat meskipun masih dalam cakupan segementasi jajanan sekolah dan masyarakat lingkungan setempat di kelurahan Cilacap.

Menurut Widhi Hidayat selaku Ketua Kelompok memiliki rencana bahwa pengembangan produk makanan nanti akan ada penambahan, yaitu kerupuk rasa ikan lele dan bakso rasa ikan lele. Rencana pengembangan produksi jenis makanan ini masih tetap mempertahankan ciri khas kelompok Karya Rasa Lestari yaitu “cita rasa ikan lele”.

Ciri khas olahan makanan ikan lele yang diproduksi kelompok ini karena adanya sinergi pengelolaan usaha yang dikelola oleh Widhi Hidayat. Dimana, selain mengelola kelompok Karya Rasa Lestari juga mengelola kelompok Karya Mina Lestari yang bergerak pada usaha budidaya ikan lele dengan teknik Bioflok. Penerapan teknik bioflok dalam budidaya ikan lele tersebut sangat tepat dari segi kondisi dan menguntungkan dari segi dari segi kondisi, budidaya ikan lele dengan teknik bioflok tidak banyak membutuhkan lahan kolam yang luas. Di sisi lain juga budidaya dengan teknik bioflok sangat tepat untuk membuka peluang usaha khusunya di lingkungan perkotaan yang hanya memiliki lahan terbatas. Sedangakan dari sisi pemanfaatan hasil panen ikan lele dapat diolah menjadi makanan olahan seperti yang diterapkan oleh kelompok Karya Rasa Lestari. Sehingga kedua usaha ini merupakan peluang usaha yang memungkinkan dapat berkembang. Kedua usaha kelompok ini menempati workshop yang sama dalam lingkungan satu rumah.

Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat ini diketuai oleh Mohammad Nurhilal, S.T., M.T., M.Pd dari unit jurusan Teknik Mesin dan 2 anggota dari unit program studi Teknik Pengendalian Pencemaran Lingkungan Saipul Bahri, S.T., M.Eng dan Taufan Ratri Harjanto, S.T., M.Eng yang memiliki bidang keahlian penanganan limbah dan analisis kimia. Sejalan dengan fokus solusi penanganan permasalahan mitra disini pada 1) pembuatan makanan ringan pilus cita rasa ikan lele dengan menggunakan mesin cetak pelet; 2) pelatihan dan diseminasi mesin cetak dalam pembuatan pilus; dan 3) pembuatan sertikat Halal makanan pilus maka tim pelaksana kegiatan PkM harus memiliki bidang keilmuan yang sejalan dengan teknologi sebagai solusi yang diterapkan. Penentuan solusi permasalahan di mitra tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah baik secara teknolofi maupun secara ekonomi bagi mitra dalam pengembangan usaha makanan olahan cita rasa ikan lele.

Pelatihan ini mengambil tema “Optimalisasi Mesin Cetak Pellet Dalam Pembuatan Pilus” yang berlokasi di workshop Kelompok Karya Rasa lestari yang dilaksanakan hari Selasa 6/10/2020. Meskipun dalam kondisi pandemi corona 19, acara ini diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan dengan menyediakan fasilitias cuci tangan, penggunaan masker, pembatasan tempat duduk, dan membatasi jumlah anggota yang ikut.

Lurah Kelurahan Cilacap Joko Priyatno, S.Sos. dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas peran perguruan tinggi Politeknik Negeri Cilacap dalam kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat sebagai bentuk sinergi dunia pendidikan terhadap masyarakat.

Sementara itu, Ganjar Ndaru Ikhtiagung S.E., M.M selaku Kepala Pusat Penelitian Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Cilacap dalam sambutannya beliau  mengharapkan “adanya program pelatihan ini nantinya dapat menambah kreasi-kreasi baru dalam mengembangkan produk makanan olahan dari bahan ikan lele yang masih butuh pengembangan bagi kelompok. Di sisi lain, juga adanya kegiatan dalam bentuk PKM yang dilaksanakan oleh Dosen diharapkan benar-benar dapat secara langsung dapat dirasakan manfaatnya baik dari segi peningkatan produksi maupun mutu produk makanan, demikian imbuhnya.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut juga paparkan cara mendaftarkan sertifikasi Halal untuk produk makanan oleh anggota tim pelaksana PKM yang sekaligus juga sebagai Tim Auditor sertifikasi Halal MUI yaitu Taufan Ratri Harjanto, S.T., M.Eng. Hal ini dimaksudkan agar produk makanan yang diprduksi oleh kelompok tersebut telah mendapatkan kelayakan kehalalan, dan juga meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat sebagai konsumen. Hasil dari kegiatan pelatihan pembuatan pilus dengan mesin cetak ini nantinya akan langsung digunakan untuk produksi oleh kelompok. Di sisi lain juga, kelompok ini dapat mempersiapkan untuk mengajukan sertifikasi Halal setiap produk makanan yang diproduksi oleh kelompok. Diseminasi mesin cetak juga diperagakan penggunaan mesin cetak untuk pembuatan pilus sebagai penerapan teknologi tepat guna yang disampaikan oleh ketua pelaksana PKM. Mesin cetak pellet yang diterapkan dalam pembuatan pilus ini mengadopsi dari mesin cetak pellet ikan tipe vertikal. Pemilihan mesin tipe ini didasarkan pada kuantitas dan kualitas dalam produksi pellet. Secara kuantitas mesin cetak pellet tipe vertikal dapat memproduksi sampai dengan kapasitas 100, 150, 200, dan 250 Kg/jam tergantung kebutuhan. Sedangkan secara kualitas hasil dari cetakan pellet memiliki bentuk yang seragam. (Tim Humas PNC)

Leave a Reply