JURUSAN TEKNIK MESIN- PNC LAKSANAKAN PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN TINGGI VOKASI (P3TV) MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)-TENTANG DESAIN PROGRAM MAGANG DAN PENINGKATAN RELEVANSI KURIKULUM DENGAN KEBUTUHAN BERSAMA DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DUDI)

Foto Bersama Direktur PNC dan Direktur Perum Perikanan Indonesia (PERINDO)

Cilacap, Humas PNC, Bertempat di Hotel Atrium Cilacap, Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Cilacap telah selenggarakan Program Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi (P3tv) Melalui Focus Group Discussion (FGD) Tentang Desain Program Magang Dan Peningkatan Relevansi Kurikulum Dengan Kebutuhan Bersama Dunia Usaha Dan Dunia Industri (DUDI). Dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) ini Jurusan Teknik Mesin – PNC mengundang sebanyak 6 Perwakilan Perusahaan Nasional sebagai Narasumber. Keenam perusahaan itu yaitu ; Pertamina RU.IV Cilacap, PT. Solusi bangun Indonesia (SBI), DETECH, MAK, JST dan Perindo.

Pelaksanaaan  Program Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi (P3tv) Melalui Focus Group Discussion (FGD) Tentang Desain Program Magang Dan Peningkatan Relevansi Kurikulum Dengan Kebutuhan Bersama Dunia Usaha Dan Dunia Industri (DUDI), Jurusan Teknik Mesin – PNC , selain mengundang sebanyak 6 Perwakilan Perusahaan Nasional sebagai Narasumber juga mengundang seluruh Jajaran di Jurusan Teknik Mesin, seperti Dosen, PLP dan Tendik PNC sebagai Peserta diskusi.

Direktur Politeknik Negeri Cilacap -Dr.Ir. Aris Thahyanto, M.Kom

Direktur Politeknik Negeri Cilacap – Dr.Ir. Aris Tjahyanto, M.Kom dalam sambutannya menyampaikan puji syukur atas terselenggaranya Focus Group Discussion ini, FGD ini untuk mengawali dalam rangka mewujudkan kurikulum belajar merdeka. Merdeka Belajar tersebut tidak gampang, semua masih mencari bentuknya, tetapi disitu intinya adalah Kita sebagai institusi Pendidikan wajib menyediakan suatu sarana belajar, sehingga mahasiswa tersebut bisa merdeka belajar. Tentu saja bagaimana mewujudkan itu semua tergantung pada kemampuan kita semua, karena ga gampang. Apa yang dimaksud Merdeka Belajar? Intinya adalah mahasiswa boleh menentukan kemampuannya yang akan diasah. Jadi tidak harus semuanya menjadi…, kalao mobil misalnya ada yang ingin jadi pick up, ada yang pingin jadi sedan, truk, bus ,tank silahkan, kita semua tinggal mengemong, mau menjadi apapun boleh yang penting masih kendaraan. Dalam hal ini juga Teknik Mesin, Teknik Mesin apa kompetensi utamanya, itu nanti harus dipikir ulang, maksudnya dirumuskan Kembali atau dirumuskan ulang, sehingga nantinya kedepan kurikulum bisa saja tidak system paket seperti sekarang. Boleh kita meniru misalnya saja yang ada di Batam. Contohnya di Batam menggunakan Kurikulum Mix, Mix antara system paket dengan SKS.

Sementara itu Wakil Direktur I Bidang Akademik-Dr.Eng. Agus Santoso, ST.,MT mengatakan bahwa kegiatan ini suatu tahap yang cup penting, jadi menurut say aini cukup penting, walaupun pelan-pelan kita mulai menaapaki tangga dan nanti semakin lama semakin tinggi kualitas kita dan menjadi semakin baik. Dan in juga step-step yang cukup penting juga walaupun mungkin bisa dinalai kecil tapi kalua kita konsisten setahap demi setahap untuk selalu memperbaiki diri dan selalu update terhadap perkembangan jaman, saya yakin Teknik Mesin akan semakin baik dan menjadi andalan di Politeknik Negeri Cilacap. Karena kalua dilihat dari animo msayarakat, PMB itu Teknik Mesin saya yakin itu masih terdepan, karena memangkalao dilihat se ara nasional pembangunan atau daya saing bangs itu disibukan oleh industry dan industry didukung oleh Teknik Mesin atau Manufaktur.  Jadi kita cukup berbangga dan bersyukur kita bisa turut andil untuk meningkatkan daya saing untuk bangsa atau Cilacap khususnya.  Dan saya wanti-wanti untuk perkembangan jurusan Teknik mesin juga agar nanti semakin berkualitas, berdaya saing itu kita berkembangnya berbasis pada potensi local, potensi yang ada di Cilacap, kita bidik kira-kira apa yang bisa dikembangkan dari apa yang ada di sekitar Cilacap, khususnya dari sisi Teknik Mesin.  Kalau kita bicara kurikulum, kurikulum di Teknik Mesin bisa dikatakan masih kurang berbobot, kurang tajam.(tjmk)

Leave a Reply